GEJALA HIV SERTA CARA PENULARANNYA

Guys, Ini Gejala dari Jenis-jenis Infeksi Prostat yang Perlu Kamu Tahu

Jika sudah membicarakan virus HIV maka asumsi kita adalah pada orang yang sering melakukan pergaulan bebas, tak ada salahnya jika memiliki asumsi tersebut karena memang sebagian besar orang yang terjangkit HIV memang kebanyakan dari pergaulan bebas tetapi tak semuanya begitu ya. Nah yang akan kita bahas adalah gejala penyakit HIV, virus HIV memiliki beberapa tahap mulai dari ringan dan masa beratnya yaitu AIDS. Pada awal tubuh terkena virus HIV baru dapat dirasakan setelah 1-2 bulan terkena virus, pada tahap awal ini dinamakan tahap Infeksi Akut, Gejala awal Infeksi akut Akut yaitu, Demam yang disertai menggigil, Munculnya Ruam pada kulit, Nyeri pada bagian otot dan sendi, Sakit Kepala dan Sakit perut. Pada awak tahap Infeksi akut virus akan mudah menyebar ke seluruh tubuh karena tekanan darah sangat tinggi pada tahap ini.

Lalu Setelah beberapa bukan terkena Virus HIV maka masuk pada tahap kedua yaitu Infeksi Laten yang memiliki gejala berbeda seperti, Berat Badan Turun, Berkeringat di malam hari, Demam, Diare, Mual/Muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, dan tubuh lemas seperti tak memiliki tenaga. Pada kasus tahap infeksi Laten sistem kekebalan tubuh rusak parah, hal ini tidak boleh dibiarkan karena akan berlanjut pada tahap akhir yaitu AIDS, Jika seseorang sudah mencapai tahap akhir yaitu AIDS maka komplikasi penyakit lain akan muncul karena sistem tubuh yang rusak dapat membuat penyakit lain dengan sangat mudah untuk menyerang tubuh kita.

Kebanyakan orang salah beranggapan tentang cara penularan virus HIV, hal ini dapat saya katakan karena banyak orang yang menolak untuk bersalaman ketika bertemu orang yang terjangkit virus HIV, padahal virus HIV tidak akan menyebar lewat kontak fisik dengan sentuhan, namun virus HIV dapat menular yaitu Melakukan Hubungan intim dengan berciuman pada saat gusi berdarah, bergantian menggunakan jarum suntik dan pendonoran darah. Hal ini hanya berlaku bagi orang yang terjangkit virus HIV untuk orang yang sehat.

Ada berbagai kasus memprihatinkan pada orang yang terjangkit virus HIV saya beri contoh yaitu, pasangan HIV yang takut memiliki anak, padahal faktanya ibu yang memiliki positif virus HIV dapat memiliki anak yang negatif HIV, jika kalian tidak percaya ya silahkan saja tetapi fakta medis mengatakan demikian. Namun hal ini juga harus didukung dengan bantuan obat seperti antiretroviral, yang harus konsultasi terlebih dahulu agar tahu berapa dosis yang tepat. Apa yang terjadi jika sang ibu tidak mengonsumsi obat antiretroviral dan tetap bersikeras bahwa bisa-bisa saja memiliki anak yang negatif HIV? Hak itu akan sia-sia saja tanpa dibantu dengan obat karena Penularan virus HIV dapat menular pada anak yang dikandung jika tidak dibantu dengan obat.

Banyak orang yang putus asa dan berpikiran bahwa itulah akhir hidupnya setelah mengetahui bahwa ia positif terjangkit virus HIV, padahal orang yang terjangkit HIV tetap dapat menjalani hiduo dengan mengonsumi secara rutin obat antiretroviral, hal ini juga dapat meminimalisir orang yang terjangkit virus HIV untuk menularkan kepada orang lain, maka dari itu berhenti lah berpikir bahwa virus HIV adalah akhir kehidupan, karena masih banyak orang yang lebih menderita dan parah penyakitnya tetapi masih ingin melanjutkan hidup dengan penuh semangat.

About penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *