Artikel Seputar Penyakit Radang Sendi

5 Makanan dan Minuman yang Memperburuk Gejala Radang Sendi, Jauhi Ya!

Nyeri sendi bisa merupakan gejala yang berdiri sendiri atau menjadi bagian dari banyak gejala lain dari sebuah penyakit. Bentuk nyeri sendi atau radang sendi dapat bervariasi, seperti rasa ketidaknyamanan saat disentuh, pembengkakan, peradangan, kekakuan atau pembengkakan gerak dari sendi yang terkena.

Diagnosis radang Sendi

Untuk mendiagnosis radang sendi, hal pertama yang dilakukan dokter adalah melakukan tanya jawab seputar keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Lalu dokter akan melakukan pemeriksaan pada sendi guna melihat adanya tanda-tanda peradangan dan keterbatasan gerak sendi.

Guna memastikan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang berupa :

  • Yang pertama adalah melakukan tes darah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab radang sendi, apakah karena infeksi atau penyakit autoimun.
  • Lalu melakukan pemindaian dengan USG, Rontgen, CT Scan, dan MRI, untuk mendeteksi peradangan pada tulang dan sendi.
  • Selanjutnya adalah analisis cairan sendi. Hal ini dilakukan guna mengetahui apakah terjadi peradangan atau infeksi pada sendi.
  • Yang terakhir adalah arthrocentesis. Ini dilakukan guna mendeteksi tanda-tanda infeksi pada sendi.

Komplikasi radang Sendi

Radang sendi yang tidak ditangani dengan baik akan berpotensi menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain :

  1. Gangguan tidur
  • Depresi dan gangguan kecemasan
  • Penurunan produktifitas
  • Osteonecrosis atau avascular necrosis (kematian jaringan tulang)
  • Kelainan bentuk kaki
  • Osteoporosis

Gejala Radang Sendi

Gejala artritis ini biasanya akan menimbulkan berbagai gejala, seperti :

  1. Nyeri sendi dan kaku pada sendi
  • Terjadi pembengkakan pada sendi
  • Keterbatasan gerak sendi
  • Kemerahan dan rasa hangat pada sendi
  • Mengecilnya ukuran otot di sekitar sendi (atrofi otot)
  • Penurunan kekuatan otot di sekitar sendi

Cara Mengobati Radang Sendi

Ada beberapa cara untuk mengobati radang sendi, baik secara alami maupun obat-obatan. antara lain :

  • Obat Pengubah Respon Biologis

Obat pengubah respons biologis ini fungsinya untuk mengobati radang sendi bersama dengan obat DMARD. Ada beberapa jenis obat ini, dan salah satu yang sering diresepkan adalah inhibitor nekrosis tumor. Adapun contoh dari obat jenis ini antara lain etanercept (Eticovo, Enbrel, Erelzi) dan infliximab (Remicade, Inflectra, dll).

Selain itu, obat radang sendi sejenis ada juga yang menargetkan zat lain pemicu peradangan, seperti interleukin-1 (IL-1), interleukin-6 (IL-6), enzim Janus kinase, dan jenis sel darah putih tertentu yang dikenal sebagai sel B dan sel T.

  • Kortikosteroid

Obat yang satu ini berfungsi untuk mengurangi peradangan dan menekan sistem daya tahan tubuh. Obat jeni ini ada yang dapat diminum atau disuntikkan langsung ke bagian sendi yang sakit.

Contoh jenis obat ini antara lain prednison (Prednisone Intensol, Rayos) dan kortison (Cortef).

Ingat! Konsultasikan dengan dokter untuk penggunan jenis ini agar mendapatkan obat yang paling tepat sesuai kondisi penyakit. Selain itu, dokter terkadang merekomendasikan juga alat seperti tongkat atau bidai guna mengurangi tekanan pada persendian.

  • Pijat Dengan Minyak Esensial

Selain dengan obat-obatan, pijat dengan minyak esensial juga bisa menjadi solusi untuk mengobati radang sendi. Metode ini merupakan cara yang baik untuk meredakan rasa sakit sendi dan lutut. Menggunakan minyak esensial untuk memijat bisa membuatnya semakin efektif.

Bahkan, menurut peneltian minyak esensial jahe dan jeruk sangat bermanfaat untuk menghilangkan nyeri lutut atau sendi. Hal ini bisa menghilangkan kaku dan mengurangi sakit di bagian tersebut.

About penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *