Apa itu Toxic Positivit? Mari mengenal lebih jauh!

7 Cara Jauhi Toxic Positivity Ketika Teman Sedang Berduka 

Media sosial belakangan ini diramaikan oleh postingan-postingan yang berhubungan tentang motivasi seperti “Be Happy”, “Be Yourself” dan masih banyak lagi. Sebagai manusia berpikir positif memang menjadi salah satu hal yang harus dicapai sebab, memiliki sikap positif dan pemikiran yang positif memang merupakan suatu kelebihan dan dapat mengunggulkan kita dalam situasi-situasi tertentu. Jika kita telah berhasil mencapai hal tersebut yaitu bersikap dan berpikir positif maka itu cukup untuk membuat kita hidup dalam kebahagiaan. Namun tahukah kamu bahwa, berpikir terlalu positif adalah suatu hal yang berbahaya?

Di dunia yang semakin gila ini kita memang tetap harus berpikir positif namun, bukan berarti kita harus selalu berpikir positif sebab, memiliki sikap positif bukanlah satu-satunya cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Orang yang memiliki sikap positif berlebih ini biasa disebut sebagai “toxic positivity” dan belakanga sebutan itu mendadak populer di media sosial. Untuk itu bagi kamu yang belum mengetahui apa itu toxic positifity, simak ulasannya sebagai beirkut.

Apa itu toxic positivity?

Toxic positivity mengarah pada konsep bahwa menjaga pikiran dan sikap tetap positif merupakan suatu cara yang tepat untuk menjalani kehidupan. Hal itu berarti bahwa kita hanya fokus terhadap hal-hal positif dan menolak hal yang dapat memicu emosi negatif.

Dalam hal ini toxic positifity adalah suatu hal yang berlebihan dan sama sekali tidak efektif dari keadaan bahagia, optimis dalam stiap situasi. Paham tersebut dapat berujung pada penyangkalan, minimisasi, dan validasi pengalaman emosional manusia yang otentik.

Dalam hal tersebut paham toxic positifity sangat menyangkal dan meminimisasi emosi yang negatif, dilain sisi hal itu hanya akan membuat emosi kita menjadi lebih besar. ketika kita selalu berputar dalam hal itu maka dampak buruknya yakni emosi malah semakin membesar dan menjadi lebih parah sebab emosi tersebut tidak terproses sebelumnya. Hal itu tentunya merupakan tindakan yang berlebihan dalam penanganan emosi saja, dan seperti yang kita ketahui bahwa segala sesuatu yang berlebihan akan menimbulkan hal yang tidak baik.

Selain itu toxic positifity juga dapat membuat kita merasa tertekan sebab, kita menolak adanya perasaan tertentu dimana peraaan tersebut harusnya dapat kita rasakan dengan normal dan kita memilih untuk memendamnya. Sebagai manusia yang memiliki banyak kekurangan tentu kita diberikan rasa emburu, marah, kesal, dan rasa ingin memiliki. Nah hal itu harus diseimbangkan dengan baik, tidak perlu terlalu berlebihan untuk menahan dan menggunakannya.

Tanda-tanda toxdic positifity

Dalam hal ini toxic positifity memang memiliki beberapa gejala, nah kalian bisa mengetahuinya sebagai berikut.

-Sering menyembunyikan perasaan yang sebenarnya

-Mencoba bersikap seolah tak terjadi apa-apa dengan membuang emosi negatif

-Merasa bersalah karena meraakan apa yang sedang dirasakan

-Meremehkan pengalaman orang lain dengan kutipan atau dengan pernyataan yang positif

-Mencoba memberikan sudut pandang seseorang seperti ungkapan “Udah sabar aja”, “Masih mending..bla..bla..

-Mempermalukan orang lain karena merefleksikan rasa frustasi

-Menyingkirkan hal-hal yang mengganggu Anda dengan pikiran memang begitulah adanya

Nah itulah beberapa cirri-ciri toxic positifity yang dapat kamu rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya toxic positifity adalah suatu hal yag tidak baik bagi kesehatan dan kebahagiaan seseorang. Maka dari itu kita harus benar-benar memahami toxic positifity dengan baik.

Nah itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan seputar toxic positifity, smeoga informasi diatas dapat bermanfaat.

About penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *