Category: Bisnis dan Ekonomi

Beberapa Sektor Bisnis yang Mampu Bertahan di Tengah Pandemi

FORTUNE® Indonesia Luncurkan Edisi Perdananya

Hampir dua tahun sudah kita bertahan hidup di tengah kondisi pandemi virus corona yang menyerang seluruh dunia. Adaptasi dalam segala aspek kehidupan sudah dilakukan demi keberlangsungan dunia ini.

Kehadiran pandemi ini tentu saja merubah hampir semua tatanan kehidupan di seluruh dunia. Sektor bisnis tentu saja salah satu yang mengalami perubahan yang cukup drastis. Kita bisa mengetahui ada banyak sekali perusahaan yang tidak bisa bertahan, hingga banyak orang harus kehilangan pekerjaan mereka.

Walaupun begitu, ada beberapa sektor bisnis yang masih mampu bertahan di tengah pandemi yang berkepanjangan ini. Digitalisasi di era modern ini tentu saja menjadi salah satu penunjang, mengapa sektor tersebut masih mampu bertahan di tengah bencana ini.

Adaptasi, itulah kunci utama mengapa beberapa sektor ini masih bisa berjalan di tengah kegentingan ini. Berikut adalah paparannya yang rangkum dari Fortune Indonesia: Media Bisnis dan Ekonomi!

Kesehatan

Salah satu sektor yang masih sangat mungkin untuk bertahan di tengah pandemi ini sudah jelas sektor kesehatan. Di luar tanggung jawab para tenaga kesehatan untuk menangani pasien covid 19, bisnis di sektor kesehatan mampu beradaptasi melalui digitalisasi.

Salah satu inovasi di bisnis sektor kesehatan yang cukup populer di masa pandemi ini adalah chatbot. Chatbot ini cukup populer dimanfaatkan oleh industri kesehatan dalam membuat diagnosis awal dan memberikan layanan medis.

Pemanfaatan bot ini tentu saja juga memberikan efisiensi serta membatasi kontak fisik di tengah pandemi ini. Halodoc adalah salah satu perusahaan di bidang kesehatan yang menghadirkan fitur ini falam kategori covid-19. Bahkan, mereka telah bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan berkaitan dengan penanganan covid-19.

Pendidikan

Salah satu sektor yang tidak boleh lumpuh meskipun pandemi melanda adalah sektor pendidikan. Berbagai macam platform pendidikan berbasis teknologi menjadi salah satu pemeran utama dalam mendukung pembelajaran jarak jauh.

Seperti yang telah kita sadari, para guru di sekolah mungkin tidak akan sanggup untuk memberikan pelajaran kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang diberikan. Oleh karena itu, kehadiran beberapa platform media belajar seperti Zenius, Ruangguru, dan sebagainya tentu saja akan sangat membantu para murid untuk tetap belajar walaupun dari rumah.

BerbagPenggunaan aplikasi-aplikasi tersebut tentu saja mengalami kenaikan gratis. Dari hal itu, bisnis di sektor pendidikan malah semakin maju di tengah masa pandemi, bahkan mereka ikut membantu dalam pemulihan kehidupan bangsa.

Perbankan

Perbankan merupakan salah satu sektor bisnis yang masih mampu bertahan di tengah pandemi ini. Digitalisasi yang juga sudah merambah ke sektor perbankan mulai populer dimanfaatkan oleh masyarakat di tengah pandemi ini. Pembayaran online yang marak terjadi menjadi salah satu alasan mengapa perbankan masih bisa bertahan di tengah krisis ini.

Pembukaan rekening secara digital merupakan salah satu keberhasilan digitalisasi yang mampu dirasakan oleh masyarakat di tengah pandemi. Dengan ini, mereka bisa mendapatkan layanan perbankan tanpa tatap muka.

Consumer Goods Industry

Sektor yang terakhir ini bisa dibilang merupakan salah satu sektor yang paling mampu beradaptasi di masa pandemi ini. Sektor ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam mengolah produk untuk konsumsi masyarakat.

Kita bisa mengetahui, bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang paling cerdas dalam pemanfaatan media sosial sebagai media bisnis. Sektor industri konsumsi ini merupakan salah satu yang bisa terus berjalan dengan pemanfaatan media sosial maupun marketplace sebagai perantaranya.

Itulah beberapa sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi yang cukup menyulitkan. Semoga dunia kita lekas membaik, sehingga kita bisa kembali ke masa-masa dimana kehidupan berjalan dengan normal.

5 Produk Menjanjikan Untuk Berbisnis

4 Peluang Usaha Paling Menjanjikan di 2021

Jika ingin membuka usaha tentunya kita harus tau betul hal-hal apa saja yang harus dilakukan. Hal ini bertujuan agar usaha yang akan kita jalani tidak mengalami kerugian yang besar. Di Indonesia sendiri ada beberapa udaha yang menjamur dimana-mana seperti rumah makan, café, clothingan, dan toko kelontong/ minimarket. Kali ini saya akan menjelaskan mengenai toko kelontong, yaitu produk yang harus kalian jual jika ingin memulai usaha toko kelontong, penasaran seperti apa? Simak ulasan tentang rekomendasi peluang usaha yang menjanjikan sebagai berikut.

1. Peralatan Menulis

Masih ingat saat kita duduk di bangku sekolah dasar? Tentu saja beberapa diantara kita sering membeli alat tulis di toko kelontong. Nah untuk kalian yang ingin membuka usaha toko kelontong, kalian harus menjual alat tulis apa lagi jika daerah kalian sangat dekat dengan sekolah tetunya alat tulis termasuk salah satu dagangan yang akan laris terjual. Namun jika dirasa daerah kalian tidak dekat dengan sekolahan atau tidak ada siswa yang lewat yah mau bagaimana lagi kalian tidak harus menjualnya.

2. Sabun Mandi

Pasti kalian pernah dong ketika ingin mandi ternyata sabun mandi habis, mau tidak mau kalian harus pergi ke toko kelontng untuk membeli sabun mandi. Nah untuk kalian yang ingin memulai usaha toko kelontong saya rasa kalian wajib menjual sabun mandi. Karena sabun mandi adalah salah satu kebutuhan pokok manusia sehari-hari dan ketika kalian sudah mulai menjual sabun mandi, saya rasa sabun mandi adalah produk yang akan sangat laris nantinya.

3. Sembako

Bahan lain yang wajib kalian jual ketika akan memulai bisnis toko kelontong adalah Sembako atau Sembilan bahan pokok. Tentunya kita sebagai manusia membutuhkan Sembilan bahan pokok ini untuk memenuhi kebutuhan perut. Sembako sendiri memiliki beberapa bahan makanan antara lain beras, jagung, kedelai, gula, minyak goreng, bawang merah, daging sapi, dan telur ayam. Nah kesembilan bahan itulah yang harus kalian perhatikan agar pembeli merasa toko kalian adalah toko yang lengkap lalu ia akan mulai berlangganan di toko kalian.

4. Makanan ringan/cemilan

Yang ke empat kalian harus menjual makanan ringan. Mengapa kalian harus menjual makanan ringan? Tentu saja banyak sekali anak-anak yang memilih untuk membeli makanan ringan ke toko kelontong ketimbang ke minimarket yang memiliki AC. Apalagi saat jam istirahat sekolah dan jam pulang sekolah, di jam-jam itulah biasanya mereka memilih untuk menghabiskan uang mereka untuk jajan di toko kelontong. Tentu saja kalian harus memperhatikan makanan ringan apa yang sedang digemari banyak orang dan jangan sampai salah beli agar tidak rugi.

5. Minuman

Minuman yang dimaksud yaitu berbagai jenis minuman seperti minuman berenergi, minuman menyegarkan dan air mineral tentunya. Minuman juga termasuk salah satu produk yang harus kalian jual, bisa dibayangkan jika kalian menjual makanan tetapi tidak dengan minuman. Pastinya pelanggan kalian akan mengeluh karena kehausan. Kalian juga harus menyediakan minuman yang memang banyak diminati seperti air mineral.

Nah itulah beberapa informasi seputar 5 bahan pokok yang harus kalian jual saat membuka usaha toko kelontong/minimarket. Tentunya jika kelima bahan pokok yang sudah dijelaskan di atas laris terjual kalian juga harus menambah beberapa produk lainnya agar toko kalian banyak diminati pembeli. Semoga informasi si atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan terimakasih.

KrediFazz vs Uang Teman: Mana yang Terbaik Buat Pinjaman?

Aplikasi pinjaman uang onlineatau P2P lending, meskipun nama dan brandnya beda-beda, tapi biasanya punya regulasi atau layanan yang mirip-mirip. Mulai dari nama produk, kisaran limit pinjaman, bunga, sampai tenor. Nah, tugas kitalah sebagai peminjam untuk menyortir satu per satu kalo mau pake.

Kenapa butuh disortir? Tentu aja, supaya dapat aplikasi pinjaman uang online yang terbaik. Terutama dalam hal suku bunga. Karena suku bungalah salah satu poin penting yang bakal menentukan nih pinjaman kita balikinnya berapa.

Kalo bisa nemu dan pinjam ke aplikasi yang bunganya rendah, ya ngapain juga milih yang bunganya tinggi. Logikanya, gitu kan? Maka dari itu, saya mau kasih rekomendasi dua fintech yang cukup worth buat dipilih dan dibandingkan nih, yaitu KrediFazz dan Uang Teman. Lumayan buat jaga-jaga. Siapa tau ada yang butuh buat tanggal tua atau kebutuhan darurat lain.

Nama Uang Teman sendiri kalo saya lebih familiar dibanding KrediFazz yang belum lama ini muncul. Kalo dari sisi layanan dan tetek bengek pinjamannya, gimana ya?

Perbedaan layanan pinjaman di KrediFazz vs Uang Teman

Perbedaan utama dari KrediFazz dan Uang Teman ada pada jenis atau kategori produk pinjaman yang ditawarkan. Di KrediFazz, sekarang layanan pinjaman baru tersedia satu jenis, yaitu pinjaman dana tunai dengan tempo singkat.

Sementara di Uang Teman, produk pinjamannya ada tiga jenis, yaitu (1) Pinjaman Sekali Bayar; (2) Pinjaman Cicilan; dan (3) Pinjaman Cicilan Ringan. Dari namanya aja udah keliatan kan kalo Uang Teman menawarkan pinjaman dengan cara bayar yang beda-beda. Ada yang sekali bayar, ada yang bisa dicicil.

Perbedaan limit, bunga, dan tenor pinjaman di KrediFazz vs Uang Teman

Karena produk pinjamannya baru satu jenis, limit pinjaman di KrediFazz juga masih terbatas. Mulai dari Rp 100 ribu sampai dengan Rp 1,5 juta. Dengan limit ini, KrediFazz memberikan suku bunga 9% per bulan (0,3% per hari) dengan jangka waktu pembayaran 30 hari.

Sementara di KrediFazz, beda produk pinjaman, beda juga limit, suku bunga, dan tenornya.

  1. Untuk Pinjaman Sekali Bayar, minimal pengajuan pinjaman adalah Rp 1,5 juta dengan jangka waktu maksimal 70 hari. Bunganya 0,8% per hari (24% per bulan).
  2. Untuk Pinjaman Cicilan, limit pengajuan pinjaman mulai dari Rp  5 juta sampai Rp 20 juta dengan pilihan tenor 3 dan 6 bulan. Bunganya 0,5% – 0,65% per hari (15% – 18% per bulan).
  3. Untuk Pinjaman Cicilan Ringan, limit pengajuan pinjaman mulai dari Rp 3,5 juta sampai Rp 10 juta dengan pilihan tenor 3 dan 6 bulan. Bunganya 0,2% – 0,3% per hari (6% – 9% per bulan).

Kalo harus dibandingkan apple to apple, produk pinjaman yang ada di KrediFazz setara dengan produk Pinjaman Sekali Bayar di Uang Teman. Tapi, meski produk pinjamannya beragam, suku bunga Uang Teman lebih tinggi dibanding KrediFazz. Suku bunga KrediFazz yang 9% per bulan setara dengan produk Pinjaman Cicilan Ringan di Uang Teman.

Nah, kalo kalian nyari fintech pinjaman uang online yang bunganya lebih rendah, KrediFazz cocok nih meskipun limitnya kecil dan terbatas. Sebaliknya, kalo butuh pinjaman menengah hingga besar, Uang Teman bisa jadi pilihan namun perhatikan juga suku bunganya ya.

Perbedaan syarat daftar pinjaman di KrediFazz vs Uang Teman

Syarat daftar KrediFazz menurut saya cukup simple, yaitu:

  1. Berusia 18 – 60 tahun dan berstatus sebagai WNI.
  2. Tinggal di Indonesia.
  3. Punya penghasilan minimal Rp 3 juta

Kalo udah memenuhi syarat di atas, kamu bisa langsung download aplikasi KrediFazz di Google Play Store dan ajuin pinjaman. Oh iya, proses pencairan pinjaman di KrediFazz itu cuma 1 x 24 jam lho. Saya udah nyobain sendiri, hehe. Buat kebutuhan mepet-mepet, oke banget. Terus kalo udah dibayar pinjamannya, limit kita bakal balik dan bisa dipake lagi buat pinjam kalo butuh.

Buat Uang Teman, syaratnya juga cukup simple, yaitu:

  1. Pendaftar/peminjam berusia 21 – 55 tahun.
  2. Berdomisili di Jabodetabek dan wilayah cakupan Uang Teman.
  3. Punya penghasilan minimal Rp 2,3 juta per bulan untuk yang tinggal di Jabodetabek dan minimal Rp 2 juta untuk yang tinggal di luar Jabodetabek.
  4. Punya email dan rekening tabungan pribadi.

Sama seperti KrediFazz, aplikasi Uang Teman juga tersedia di Google Play Store. Kalo udah memenuhi syarat, langsung aja download, daftar, dan ajukan pinjaman.

Tertarik coba? 🙂

Kelebihan Dan Kelemahan Menjadi Seorang Wiraswasta

Wiraswasta adalah seseorang yang mencari uang atau penghasilan dengan membuka usaha sendiri. Seseorang yang tidak bekerja di suatui tempat atau tidak terikat dengan aturan orang lain. Misal dengan berdagang membuka warung, toko, kios atau jualan di jalanan. Atau wiraswasta dengan membuka sebuah konveksi atau bahkan pabrik dengan memiliki beberapa karyawan atau bahkan puluhan orang. Continue reading Kelebihan Dan Kelemahan Menjadi Seorang Wiraswasta