Category: Kesehatan

Hilangkan Frustasi Dengan Cara Mengatasi Ejakulasi Dini Secara Alami

Ejakulasi dini merupakan proses keluarnya sperma yang terjadi lebih cepat ketika sedang berhubungan seksual. Fenomena ini menjadi momok yang menakutkan bagi para pria dan dapat menimbulkan rasa frustasi, khawatir, membuat hubungan seksual kurang menyenangkan, dan bisa berdampak pada hubungan dengan pasangan. Jika Anda merupakan salah satu pria yang mengalaminya, yuk simak cara mengatasi ejakulasi dini secara alami seperti berikut ini.

Di Amerika Serikat, sekitar 1 dari 3 pria yang berusia 18 hingga 59 tahun memiliki masalah ejakulasi dini. Jadi, Anda tidak sendirian ya karena banyak pria yang mengalaminya. Dan hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan cara yang tepat, tentu dengan memperhatikan penyebabnya. Dari banyaknya kasus ejakulasi dini terjadi akibat dari faktor psikologis.

SEPERTI APA KONDISI KETIKA EJAKULASI DINI?

Ada beberapa hal yang menjadi diagnosa apakah Anda mengalami ejakulasi dini atau tidak, berikut adalah tandanya.

  1. Ejakulasi tidak dapat ditunda saat berhubungan seksual.
  2. Ejakulasi hampir sering terjadi sekitar 1 menit setelah penetrasi.
  3. Karena Anda mengetahui ejakulasi dini ini, maka biasanya Anda akan merasa frustasi dan tertekan, sehingga cenderung menghindari hubungan intim.

CARA MENGATASI EJAKULASI DINI SECARA ALAMI

Ejakulasi dini ini bisa Anda atasi dengan konseling berpasangan, terapi seks, dan belajar untuk lebih rileks. Jika Anda dalam kondisi tertekan dan cemas, itu hanya akan memperburuk kondisi Anda. Cara agar Anda lebih rileks yaitu dengan latihan yoga.

Foto: freepik.com

Selain itu, terdapat beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam mengatasi ejakulasi dini. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan.

  1. Hindari mengonsumsi alkohol maupun obat-obatan terlarang.
  2. Menggunakan kondom saat berhubungan untuk mengurangi sensasi.
  3. Melakukan masturbasi satu hingga dua jam sebelum melakukan hubungan intim.
  4. Lakukan tarik napas dalam untuk menghentikan refleks ejakulasi.
  5. Berikan jeda istirahat saat sedang berhubungan intim, dan coba alihkan perhatian Anda pada sesuatu yang sangat berbeda.
  6. Biasakan untuk latihan kegel. Latihan ini dapat memperkuat otot dasar panggul. Bagi yang belum mengetahui senam kegel, cara sederhananya adalah dengan menghentikan aliran kemih dan tahan selama tiga detik. Lalu lepaskan selama tiga detik, lakukan berulang hingga sepuluh kali. Dan lakukan secara rutin setidaknya tiga kali sehari.
  7. Cari posisi hubungan intim yang biasa Anda nikmati dalam waktu yang cukup lama. Pakai posisi tersebut saat awal.
  8. Melakukan pola hodup sehat yaitu tidur yang cukup selama 7 hingga 8 jam per hari. Karena jika kurang tidur, hanya akan menyebabkan kadar serotonin menjadi rendah dan bisa memicu terjadinya ejakulasi dini.
  9. Melakukan terapi psikologis untuk mempelajari sumber masalah dan mencari solusi. 

TERAPI MEDIS

Walaupun Anda dapat mengatasi ejakulasi dini secara alami, namun alangkah lebih baiknya untuk dapat melakulan terapi secara medis. Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan para dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. Terapi secara medis dapat menggunakan obat-obatan, krim, maupun spray yang menimbulkan sensasi mati rasa untuk memperlambat terjadinya ejakulasi.

Obat-obatan yang digunakan biasanya termasuk ke dalam golongan antidepresan, yang dapat dikonsumsi setiap hari atau hanya saat sebelum berhubungan intim. Tentunya, mengonsumsi obat ini harus mendapatkan resep dari dokter terlebih dahulu.

Cara lain adalah dengan menggunakan krim maupun spray yang menimbulkan sensasi mati rasa. Krim dan spray ini bisa diaplikasikan dengan cara mengoleskan atau menyemprotnya pada bagian kepala penis sekitar 20 hingga 30 menit sebelum berhubungan intim. Jangan lupa untuk membersihkannya terlebih dahuli, yaitu dengan mencuci penis sekitar 5 atau 10 menit sebelum berhubungan agar krim tidak tertinggal di area kewanitaan pasangan Anda.

Demikianlah cara mengatasi ejakulasi dini secara alami yang dapat Anda lakukan, selamat mencoba!

GEJALA HIV SERTA CARA PENULARANNYA

Guys, Ini Gejala dari Jenis-jenis Infeksi Prostat yang Perlu Kamu Tahu

Jika sudah membicarakan virus HIV maka asumsi kita adalah pada orang yang sering melakukan pergaulan bebas, tak ada salahnya jika memiliki asumsi tersebut karena memang sebagian besar orang yang terjangkit HIV memang kebanyakan dari pergaulan bebas tetapi tak semuanya begitu ya. Nah yang akan kita bahas adalah gejala penyakit HIV, virus HIV memiliki beberapa tahap mulai dari ringan dan masa beratnya yaitu AIDS. Pada awal tubuh terkena virus HIV baru dapat dirasakan setelah 1-2 bulan terkena virus, pada tahap awal ini dinamakan tahap Infeksi Akut, Gejala awal Infeksi akut Akut yaitu, Demam yang disertai menggigil, Munculnya Ruam pada kulit, Nyeri pada bagian otot dan sendi, Sakit Kepala dan Sakit perut. Pada awak tahap Infeksi akut virus akan mudah menyebar ke seluruh tubuh karena tekanan darah sangat tinggi pada tahap ini.

Lalu Setelah beberapa bukan terkena Virus HIV maka masuk pada tahap kedua yaitu Infeksi Laten yang memiliki gejala berbeda seperti, Berat Badan Turun, Berkeringat di malam hari, Demam, Diare, Mual/Muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, dan tubuh lemas seperti tak memiliki tenaga. Pada kasus tahap infeksi Laten sistem kekebalan tubuh rusak parah, hal ini tidak boleh dibiarkan karena akan berlanjut pada tahap akhir yaitu AIDS, Jika seseorang sudah mencapai tahap akhir yaitu AIDS maka komplikasi penyakit lain akan muncul karena sistem tubuh yang rusak dapat membuat penyakit lain dengan sangat mudah untuk menyerang tubuh kita.

Kebanyakan orang salah beranggapan tentang cara penularan virus HIV, hal ini dapat saya katakan karena banyak orang yang menolak untuk bersalaman ketika bertemu orang yang terjangkit virus HIV, padahal virus HIV tidak akan menyebar lewat kontak fisik dengan sentuhan, namun virus HIV dapat menular yaitu Melakukan Hubungan intim dengan berciuman pada saat gusi berdarah, bergantian menggunakan jarum suntik dan pendonoran darah. Hal ini hanya berlaku bagi orang yang terjangkit virus HIV untuk orang yang sehat.

Ada berbagai kasus memprihatinkan pada orang yang terjangkit virus HIV saya beri contoh yaitu, pasangan HIV yang takut memiliki anak, padahal faktanya ibu yang memiliki positif virus HIV dapat memiliki anak yang negatif HIV, jika kalian tidak percaya ya silahkan saja tetapi fakta medis mengatakan demikian. Namun hal ini juga harus didukung dengan bantuan obat seperti antiretroviral, yang harus konsultasi terlebih dahulu agar tahu berapa dosis yang tepat. Apa yang terjadi jika sang ibu tidak mengonsumsi obat antiretroviral dan tetap bersikeras bahwa bisa-bisa saja memiliki anak yang negatif HIV? Hak itu akan sia-sia saja tanpa dibantu dengan obat karena Penularan virus HIV dapat menular pada anak yang dikandung jika tidak dibantu dengan obat.

Banyak orang yang putus asa dan berpikiran bahwa itulah akhir hidupnya setelah mengetahui bahwa ia positif terjangkit virus HIV, padahal orang yang terjangkit HIV tetap dapat menjalani hiduo dengan mengonsumi secara rutin obat antiretroviral, hal ini juga dapat meminimalisir orang yang terjangkit virus HIV untuk menularkan kepada orang lain, maka dari itu berhenti lah berpikir bahwa virus HIV adalah akhir kehidupan, karena masih banyak orang yang lebih menderita dan parah penyakitnya tetapi masih ingin melanjutkan hidup dengan penuh semangat.